Pengaruh Perkembangan Kurikulum Dalam Pendidikan

Perkembangan Kurikulum – Kurikulum sendiri dapat diartikan sebagai perangkat mata pelajaran yang terdiri dari program studi yang diberikan oleh suatu lembaga penyelenggara pendidikan. Dimana didalamnya terdapat rancangan pelajaran yang didapatkan oleh peserta didik dalam satu periode jenjang pendidikan.

Dalam perkembangannya, kurikulum tidak hanya melibatkan orang yang terkait langsung dalam dunia pendidikan saja. Namun banyak orang yang ikut terlibat didalamnya seperti : orangtua peserta didik, pengusaha, politikus bahkan orang yang merasa berkepentingan dengan dunia pendidikan juga ikut terlibat.

Tentunya Kurikulum juga memmpunyai beberapa komponen yang wajib kalian ketahui cuy. Terdapat 4 komponen pembentukan kurikulum, berikut contohnya ;

1. Tujuan

Koponen tujuan berhubungan dengan hasil yang diharapkan dalam proses pembelajaran. seperti kecerdasan, pengetahuan, kepribadian, keterampilan dan akhlak mulia.

2. Isi

Komponen isi berhubungan dengan berbagai aspek penentuan materi npelajaran yang terarah sesuai dengan tujuan pendidikan.

3. Strategi Pelaksanaan

Komponen ini berhubungan dengan metode, cara pendekatan, serta peralatan yang digunakan dalam pelaksanaan kurikulum agar dapat berjalan dengan baik.

4. Evaluasi

Evaluasi sendiri merupakan komponen yang berhubungan dengan proses penilaian terhadap tujuan dan efektivitas suatu kurikulum dalam prosesnya. Dengan evaluasi ini, dapat ditentukan apakah kurikulum ini dapat dipertahankan atau iperbarui agar lebih baik lagi. Dalam hal ini juga terdapat beeberapa faktor yang sangat berpengaruh dalam pengembangan kurikulum.

Beberapa Faktor Yang Berpengaruh Dalam Perkembangan Kurikulum

Beberapa Faktor Yang Berpengaruh Dalam Perkembangan Kurikulum
Image by flickr.com

Terdapat 3 faktor yang mempengaruhi perkembangan kurikulum antara lain perguruan tinggi, masyarakat dan sistem nilai.Disini saya akan menjelaskan pengaruh kurikulum dari 3 faktor tersebut.

1. Perguruan Tinggi

Perguruan tinggi memiliki 2 pengaruh terhadap kurikulum yaitu :

Pertama

Dalam segi perkembangan pengetahuan dan teknologi yang dikembangkan di perguruan tinggi umum banyak memberikan sumbangan isi kurikulum serta proses pembelajarannya.

Hal ini berpengaruh dalam isi pelajaran yang akan dikembangkan dalam kurikulum. Selain itu, kurikulum juga mendukung pengembangan alat bantu dan media pendidikan.

Kedua

Dari segi pengembangan ilmu pendidikan dan guru  LPTK atau disebut juga Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan. Kurikulum LPTK juga mempengaruhi perkembangan kurikulum. terutama melalui penguasaan ilmu dan kemampuan keguuan yang dihasilkan.

2. Masyarakat

Sekolah sendiri merupakan bagian dari masyarakat, diataranya untuk mempersiapkan peserta didik untuk hidup secara bermatabat di masyarakat. Selain sebagai agen masyarakat, sekolah juga sangat dipengaruhi oleh masyarakat di tempat atau letak sekolah itu berada.

Isi kurikulum seharusnya mencerminkan kondisi masyarakat pengguaan serta upaya dalam memenuhi kebutuhan dan tuntunan mereka. sekolah juga berkewajiban menyerap dan melayani aspirasi yang ada di masyarakat.

3. Sistem Nilai

Dalam kehidupan sehari-hari terdapat sistem nilai, baik nilai moral, nilai keagamaan, nilai sosial, nilai budaya dan nilai politis. Sekolah sebagai lembaga masyarakat bertanggung jawab dalam pemeliharaan dan pewarisan nilai positif yang tumbuh dimasyarakat.

Terdapat beberapa hal yang harus diperhatikan dalam mengakomodasi berbagai nilai yang tumbuh di masyarakat dalam kurikulum sekolah, antara lain:

  • Mengetahui serta memperhatikan semua nilai yang ada didalam masyarakat.
  • Berpegang teguh pada prinsip moral, demokratis dan etis.
  • Menjadikan diri sendiri sebagai teladan yang patut ditiru.
  • Menghargai nilai kelompok atau orang lain.
  • Menerima dan memahami keragaman budaya yang ada.

Selain itu, juga terdapat hambatan-hambatan yang berpengaruh atau mempengaruhi perkembangan kurikulum.

Hambatan Yang Mempengaruhi Perkembangan Kurikulum

Dalam perkembangan kurikulum terdapat beberapa hambatan yang perlu kalian ketahui diantaranya sebagai berikut:

  • Kurangnya partisipasi guru.
  • Kurangnya waktu belajar yang disediakan.
  • Kekurangan sesuaian pendapat baik antara sesama guru, kepala sekolah dan administrator.
  • Kurangnya kemampuan dan pengetahuan guru sendiri.

Masyarakat sendiri merupakan sumber input dari sekolah. Mengapa demikian ? Karena keberhasilan pendidikan, ketetapan kurikulum yang digunakan membutuhkan bantuan serta input fakta dari masyarakat. Adapun jenis-jenis kurikulum di Indonesia yang wajib kalian ketahui.

Jenis-Jenis Kurikulum Di Indonesia

  1. Rencana pelajaran 1947
  2. Rencana pelajaran teruarai 1952
  3. Rencana pendidikan 1964
  4. Kurikulum 1968
  5. Kurikulum 1975
  6. Kurikulum 1984
  7. Kurikulum 2004
  8. Kurikulum 2006 ( KTSP )
  9. Kurikulum 2013
  10. Perbaikan kurikulum 2013

Itulah beberapa jenis kurikulum yang ada di Indonesia yang wajib kalian ketahui.